Home / Artikel Haji / Islami / 3 Kelompok Manusia

3 Kelompok Manusia

Keragaman memang menjadi sunnatullah yang tak bisa terelakkan sama sekali. Perbedaan sekaligus pembedaan memang terjadi dengan sangat rumit untuk terurai kembali, dari mana asalnya. Atau memang pembedaan itu menjadi salah satu konsekuensi dari semakin menuanya bumi dan membludaknya penduduk bumi yang bernama manusia.

Jalan keselamatan

Terlepas dari itu, perbedaan yang semakin membengkak selalu diawali dengan sebuah kesamaan. Parameter nilai yang secara sengaja ataupun tidak tersepakati dengan kolektif. Hal itu kita sebut sebagai faktor pembeda. Faktor pembeda inilah yang seakan menuntun kita untuk merasa sama atau berbeda dengan kelompok lain. Karena kumpulan faktor pembeda selalu diisi oleh hal yang sama. Yaitu ide tentang nilai.

Manusia memang terkesan mampu memberikan nilai-nilai yang diolah menjadi faktor pembeda. Lahirlah ide pembeda berupa bahasa, ras, bangsa, status sosial, prestasi intelektual, dan masih banyak lainnya. Sehingga terjadi pengkastaan kelompok masyarakat (dalam satuan populasi seberapapun juga) yang terlihat sangat kentara. Tidak hanya itu, bahkan akibat proses pengkastaan ini, terjadilah konsekuensi penindasan berbasis kerelaan. Dimana terjadi penindasan oleh suatu pihak yang direstui justru oleh kebanyakan pihak lain yang melihatnya dengan kacamata modern.

Namun, pembaca yang budiman. Ternyata Allah SWT jauh-jauh hari telah memperingatkan kita untuk mempelajari tipologi sosial yang sejati. Setelah proses pendidikan pertama dari-Nya berupa kalimat “iqro” , Allah SWT membagi manusia berdasarkan pembagian abadi atas tipe manusia. Peringatan ini terus berulang dalam kehidupan kita. Bahkan, karena teramat sering untuk diulang, kita tak jarang untuk tidak sadar dan memahami apa yang Dia peringatkan.

Tujuh kalimat yang berulang. Ibu dari Alquran. Atau sebuah nama yang kita kenal dengan sebutan Al Faatihah. Memberikan pesona kandungan yang sarat makna indah, ilmu, kebijaksanaan, dan pedoman kehidupan. Ketundukan yang mutlak pun menjadi nilai utama yang terkandung di dalam rentetan surat ini. Agar benar-benar Allah saja yang kita sembah. Hanya Allah semata tempat kita bergantung dan memohon pertolongan.

Unik sekali. Di penghujung surat ini, yang terjadi bukanlah sebuah perintah. Tapi pembedaan yang kita singgung seperti di atas. Bahwa dunia ini sejatinya, hanya tergolongkan menjadi tiga kelompok besar.

“Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. AL Faatihah ayat 6-7)

Allah SWT memberi isyarat bahwa setelah kita memohon untuk diberikan petunjuk dengan jalan-Nya yang lurus, agar mengikuti langkah atau jalan orang-orang sebelum kita yang telah diberikan petunjuk dengan benar. Parameter kebenaran itu adalah jalan yang Allah berikan nikmat atas mereka. Bukan jalan atau manhaj atau cara manusia yang Allah sesatkan apalagi atas golongan manusia yang Allah sendiri laknati dan murkai.

Ini menandakan hitam putihnya kehidupan yang harus kita jalani. Tidak boleh ada dimensi abu-abu. Tak pantas kita menjadi golongan tengah yang mengakomodasi ketiga nilai yang sudah Allah paparkan. Tidak ada toleransi. Karena ini pilihan yang menentukan kebenaran aqidah keimanan yang kita anut. Apakah kita mengikuti jalan Allah, menuruti orang-orang bodoh yang sesat dalam mengimani Allah dan rasul-Nya, atau justru menjadi musuh Allah dengan kejelasan yang nyata.

Maka, sebagai orang beriman, kiranya tak ada pilihan yang lebih mulia ketimbang memilih jalan kenikmatan yang sudah Allah tawarkan. Sangat sederhana. Kita hanya tinggal meniru, mencontoh, mengikuti cara atau jalan-jalan orang yang telah jelas dikaruniai oleh Allah sebagai petunjuk kita. Rasulullah SAW dan para shahabatnya yang mulia. Cukup. Agar tak  sesat. Agar tak dimurkai. Agar tak dibenci kemudian merugi di akhirat nanti. Mari mengikuti Nabi. (AA)

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *