Home / Artikel Haji / Islami / Arti Kesuksesan Sesungguhnya

Arti Kesuksesan Sesungguhnya

Kami juga bingung. Sering kali orang begitu mudahnya menjadi hakim atas kehidupan orang lain. Seakan kita mendapat semua fakta yang cukup dan jelas untuk memutuskan bahwa seseorang begini dan begitu. Sehingga akhirnya kita mampu untuk bersikap dan memutuskan bagaimana kita berinteraksi dengannya. Baik, biasa-biasa saja, atau antipati.

success

Termasuk cara kita menilai kesuksesan orang lain. Sering kali kesuksesan yang kita artikan berputar pada kekayaan, gelar, status sosial, dan atribut-atribut kehidupan yang lain. Sehingga sepertinya sedikit sekali orang-orang sukses di sekitar kita. Sampai-sampai jika ada tetangga yang menanjak kebesaran harta dan statusnya, kita terkaget-kaget. Kemudian tak kuat hati dan melahirkan dengki dalam hati sampai pada benci yang mendominasi diri.

Padahal, kesuksesan itu ibarat orang yang sedang menanam benih tumbuhan. Tidak bisa serta merta hadir menghasilkan buah-buah ranum. Justru di dalam proses penanaman benih-benih tersebut, ada faktor yang mempengaruhi. Yaitu waktu. Kesuksesan tidak layak diraih dengan mengabaikan waktu di dalam pencapaiannya. Jika waktu yang dikorbankan untuk mencapai kesuksesan tersebut ialah singkat, maka secara hukum kehidupan, akan berlaku runtuhnya kesuksesan yang kita raih dengan waktu yang singkat pula.

Bahkan, jauh dari itu, sebenarnya kami justru tertarik pada fakta hakikat kesuksesan yang diraih manusia. Saat ini, sering kali kita membicarakan cara untuk segera meraih sukses. Lagi-lagi, kata segera menjadi sering lebih kita perhatikan ketimbang menikmati perjalanan cara tersebut. Sehingga, setiap hal yang instan lebih menarik ketimbang perjalanan menuju sukses. Akhirnya banyaklah yang berguguran di jalan yang sebenarnya membuat setiap dari kita untuk sukses.

Ketertarikan kami adalah pada cara kita memandang setiap langkah yang akan mengantarkan diri kita kepada kesuksesan itu. Silakan pakai berbagai cara, sumber daya, potensi, kemampuan, dan bantuan. Tapi sesungguhnya, itu tak pernah bernilai jika kita tidak punya sebuah modal besar yang ada di dalam diri kita. Yakni, “kemauan untuk mencoba”.

Ya, sebenarnya kita hanya harus mencoba. Dengan semua kemampuan dan saran dari akal kita. Kita tidak sungguh-sungguh untuk tahu atas kesuksesan macam apa yang akan kita raih di ujung jalan kehidupan. Namun, Allah SWT dan Rasul-Nya hanya mengajarkan dan memberi contoh kepada kita untuk terus mencoba sesuatu yang benar dengan cara yang benar, dan tentu saja di jalan yang benar.

Karena itulah kiranya, surat pamungkas yang kita selalu ucapkan di dalam sholat-sholat kita, Al Fatihah, senantiasa membberi inspirasi besar di dalam proses menjalani kehidupan. Meski penuh liku, dan tidak selamanya menyenangkan qalbu, manusia hanya harus terus berjalan dan berproses. Setelah kita sampaikan bahwa kita menyatakan penghambaan utuh serta memohon perlindungan kepada Allah SWT (iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in), kita lanjutkan dialog itu dengan memohon petunjuk agar ditunjukkannya cara dan jalan melangkah yang terjamin kebenarannya (ihdina ash shiraatal mustaqim).

Hal ini menunjukkan, cara utama dalam kita menuju kesuksesan. Bisa jadi dengan berbagai tambahan ide. Namun, jika kita kembali merenungi apa yang terjadi, cukuplah arahan dari Allah SWT di atas sebagai inspirasi. Sehingga jauh-jauhlah hari-hari kita dari sebuah kebingungan, kegalauan, dan rasa trauma atas kesuksesan tertunda di masa lalu. Saudaraku, teruslah maju. Teruslah melangkah, hadapi hidup ini. Kita akan selalu menang, jika keyakinan kita terhadap Allah SWT ada dalam genggaman. Selamat menjadi pemenang. (AA)

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *