Home / Artikel Haji / Islami / Banyak Jalan Menuju Ka’bah

Banyak Jalan Menuju Ka’bah

GrosirPerlengkapanHaji[dot]com menyediakan semua perlengkapan haji | Souvenir Haji | Oleh-oleh Haji | harga murah tersedia dalam satu tempat. Semakin mempermudah jalan anda menuju ka’bah.

perlengkapan haji banyak jalan menuju ka'bah

Setiap muslim memang sudah dipanggil berhaji. Namun, sedikit sekali yang bersungguh-sungguh mau menyambutnya. Itupun niatnya kebanyakan masih bercampur dengan kepentingan dunia, misalnya ingin mengejar titel haji.

Umar bin khaththab bahkan pernah mengatakan bahwa kebanyakan orang kaya yang berhaji adalah untuk rekreasi (rihlah), sementara kalangan menengah untuk bisnis (tijarah) dan kalangan miskin untuk meminta-minta (mas’alah)

Orang yang berhaji secara seremonial banyak tetapi yang berangkat sebagai tamu Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) sedikit (al-hujjaju katsirun wal wafdu qalilun)

Memang menyedihkan, ibadah haji yang nilanya luar biasa ternyata belum betul-betul menjadi keinginan terbesar bagi kebanyakan ummat Islam, Sekalipun ada yang sangat mengidam-idamkannya dan berhasil menunaikannya, eh niatnta banyak yang melenceng.

Bukankah kita ingin dicatat Allah SWT sebagai hambanya yang bersungguh-sungguh memenuhi perintahNya, khususnya Ibadah Haji? Bukankah kita juga ingin mereguk nilai dan mengalami transformasi hidup dari ibadah haji dan bukan sekedar merasakan sensasi pengalamannya saja? Jika jawabannya ya, maka tips berikut ini perlu segera kita terapkan.

  1. Sadarilah bahwa ibadah haji adalah kewajiban yang harus kita penuhi.

Kita tidak berIslam secara sempurna bila kita tidak melaksanakan semua kewajiban dalam rukun Islam secara utuh. Kalaupun misalnya kondisi obyektif kita saat ini tidakmemiliki kemampuan finansial, itu bukan berarti kewajiban berhaji menjadi gugur dan boleh kita tinggalkan. Ini karena kita belum mengejar “kondisi mampu” itu dengan sungguh-sungguh.

Dalam hal apapun, kalau kita tidak bena-benar meniatkan dan tidak betul-betul berkomitmen untuk mewujudkannya, maka sesuatu itu tidak akan pernah terjadi. Begitu pula dengan ibadah haji, kalau keinginan saja tidak ada, bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan haji?

Memamng, ada yang bisa berhaji secara gratis karena mendapat rezeki mendadak. Namun, hukum dasar haji tidak boleh berharap-harap bisa sepereti itu. Bagaimanapun harus ada usaha dulu.

Lagi pula, dengan niat dan kesungguhan, nilai kemuliaanya akan lebih tinggi disisi Allah SWT. dari pada tidak ada usaha sama sekali. Ynag penting kita sambut dulu panggilan berhaji dengan bukti nyata. Perkara terwujud atau tidak, itu hanya soal waktu.

Bersambung ke tips kedua: Berusaha menggali dan menghayati keutamaan berhaji dan berumroh.

Oleh: Ustadz Sholeh Hasyim/ Suara Hidayatullah Edisi Desember 2007

Kata populer:

  • GAMBAR KABAH

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *