Home / Artikel Haji / Islami / Bapak Ibadah Haji

Bapak Ibadah Haji

Perlengkapan Haji – Perlengkapan Umroh – Perlengkapan Muslim – Souvenir Haji- Oleh-oleh Haji. CS: 081 2599 0624 | 0819 1304 2081 | BB: 2966 4e0b Toko Perlengkapan Haji yang lengkap dalam satu tempat

Bapak Ibadah Haji

Dari Surat Al-Hajj [22]:27 menjelaskan kepada kita bahwa ibadah haji pertama kali dipromosikan dan diserukan oleh Nabi Ibrahim AS, Kemudian diteruskan oleh nabi-nabi sesudahnya hingga sampai kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW). Perintah haji itu lalu dijadikan sebagai rukun Islam yang kelima.

Dalam al-Quran terdapat beberapa ayat yang menjelaskan masalah haji, yang hampir kesemuanya dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi pada diri dan keluarga Nabi Ibrahim AS. Itu artinya bahwa ibadah haji tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan keluarga Ibrahim AS dalam menegakkan kalimat tauhid.

Sia-sia belaka jika seseorang Muslim melaksanakan haji tanpa memahami sejarah keluarga Ibrahim AS. Sebab, semua ritualnya langsung berkaitan dengan sejarah beliau. Allah Berfirman: “Dan ingatlah, ketika ibrahim diuji tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan) lalu dia menyempurnakannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi manusia.” Ibrahim lalu berkata, “Jadikan pula beberapa imam diantara keturunanku.” Allah berfirman, ” Tidak termasuk dalam perjanjian-Ku orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah [2]:124)

Para Mufassir berbeda pendapat mengenai tafsir “kaalimaatin” (beberapa kalimat) dalam ayat diatas, walaupun mereka semua sependapat bahwa kalimat itu pada hakikatnya adalah firman-firman Allah SWT yang dibebankan kepada Nabi Ibrahim AS.

Diantara para ahli tafsir (mufassir) yang memaknai arti “kaalimatin” adalah Imam Qatadah. Menurutnya, “kalimaatin” dalam ayat diatas adalah serangkaian ritual haji (manasik). Ibrahimlah yang diperintahkan Allah SWT meletakkan dasar-dasar (pondasi) haji dan dia pula yang mengajarkan Sa’i diantara bukit Shafa dan Marwah sebagai simbol perjuangan Hajar, istrinya dalam mencari air kehidupan.

Demikian juga lempar jumrah, sebagai replika penentangan beliau kepada setan yang menghalanginya ketika hendak melaksanakan perintah menyembelih Ismail AS, putranya. Termasuk didalamnya adalahberkurban (al-hadyu) yang dipersembahkan sebagai lambang ketakwaan kepada Allah SWT.

Mara’ji : Ust. Hamim Thohari / Suara Hidayatullah 122007

Artikel lain:
► Panggilan Untuk Semua

Kata populer:

  • celana umroh bapak bapak
  • toko al hajj kudus

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *