Home / Artikel Haji / Islami / Etos Kerja dalam Islam

Etos Kerja dalam Islam

Benar bahwa agama merupakan sebuah inspirasi kehidupan yang paling besar. Dialah yang menjembatani hidup manusia dengan penciptanya. Bertujuan untuk mengatur manusia dalam bingkai fitrah yang berujung pada integralitas pikir dan dzikir.

etos kerja

Begitu juga Islam. Hadir di tengah – tengah hidup kita sebagai penerjemah maksud atas pembentukan model manusia madani yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, namun juga menjadi mercusuar keindahan pribadi yang memancarkan nilai yang terkandung dalam Islam. Dan setelahnya, dialah khalifah, “perpanjangan tangan” Allah SWT dalam regulasi kehidupan di bumi yang biru ini.

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya” (QS Huud : 61)

Dari firman Allah di atas telah jelas bahwa setelah proses penghambaan yang utuh dalam diri dan komunitas sosial telah terwujud, maka langkah berikutnya adalah pengelolaan segala aspek kehidupan agar mencapai satu tujuan jelas: kemakmuran.

Sehingga pembicaraan berganti menjadi bagaimana mencapai ide kemakmuran itu. Tanpa sekalipun berusaha keluar dari koridor syariat. Ini tantangan yang tidak mudah untuk dipikirkan, apalagi dibicarakan dan akhirnya menjadi suatu kesadaran untuk bekerja bersama dalam suatu pembagian kerja yang saling menyokong. Setidaknya diperlukan nilai dasar yang fundamental untuk bisa meraihnya; kerja keras.

Islam, yang menjadi dasar dari semua ide dan aktivitas yang kita lakukan, benar – benar mendorong umatnya untuk selalu memperhatikan etos kerja dalam setiap kegiatan. Keikhlasan dan kesungguhan dalam mempersembahkan karya dan amal terbaik, baik yang berhubungan dengan sesama manusia atau secara langsung terhadap Allah SWT adalah menu wajib yang harus hadir dalam sajian prinsip kerja setiap muslim. Karena, dengan prinsip seperti inilah kemenangan di dunia dan akhirat akan tercapai.

“dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah : 105)

Prinsip inilah yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW kepada para shahabatnya. Di suatu hari Rasulullah SAW berjabat tangan dengan seorang pemuda. Kedua tangan pemuda itu keras dan sangat kasar. Raut wajah dan penampilan sang pemuda menunjukkan bahwa dia adalah seorang pekerja keras dengan integritas dan dedikasi kerja luar biasa. Maka, setelah berjabat tangan, tiba – tiba Rasul SAW mencium tangan sang pemuda sembari menyatakan, “Inilah kedua tangan yang dicintai Allah SWT” (HR. Jamaah)

Di samping itu, dalam kesehariannya, Rasul SAW sangat menghargai dan memuji orang – orang yang berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya dengan cara yang halal. Seperti yang beliau sampaikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,

“Sesungguhnya seseorang dari kalian pergi untuk mencari kayu bakar yang dipikul di atas pundaknya, itu lebih baik daripada meminta-minta, baik diberi atau tidak.”

Bahkan Imam Thabrani berhasil merekam sebuah motivasi untuk bekerja yang hadir dari lisan mulia sang Nabi,

“Bahkan, jika seseorang tertidur kelelahan karena mencari rizki yang halal, tidurnya itu akan dipenuhi dengan ampunan dari Allah SWT”

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita mengembangkan suatu sikap untuk memperhatikan etos kinerja kita dalam mencapai tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan. Bakat dan kemampuan yang diberikan oleh Allah SWT harus dimanfaatkan dengan baik sebagai tanda kesyukuran. Di samping itu, sebagai makhluk dengan fitrah berkelompok atau berjamaah, tentu akan lebih elok jika sikap untuk memberikan apresiasi (penghargaan) kepada kerja keras orang lain menjadi pakaian keseharian kita. Sehingga hadirlah keharmonisan dan keserasian antar manusia dalam mewujudkan tugas besarnya; sebagai pemakmur bumi. Wallahua’lam. (AA)

Kata populer:

  • kata kata motivasi kerja
  • bagaimana islam mengajarkan umatnya tentang etos kerja
  • uang lima ribu
  • grosir Perlngkapan islam di tarakan

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *