Home / Artikel Haji / Islami / Iman Naik Turun

Iman Naik Turun

Taqwa yang Berulang

Syahadat. Memang bukti pertama dan utama untuk berislam. Deklarasi ini tidak bisa kita sebut dengan sederhana. Karena syahadat merupakan ekspresi yang hadir dari latar belakang dan kesimpulan rohani manusia yang mungkin sederhana. Atau mungkin rumit untuk manusia yang lain. Tapi bagaimanapun kompleksitasnya, dalam bahasa yang bisa kita mengerti kekuatan yang membuat kita benar-benar berani bersyahadat adalah iman.

Tapi iman bukanlah akhir dari suatu perjalanan batin. Justru dia adalah awal. Sumber dari segala kekuatan. Bisa berlipat ganda.  Bisa menegasikan kekuatan jika melemah. Sifat iman itu sendiri adalah naik dan turun. Mirip gelombang detak jantung yang sering kita lihat pada detektor jantung di rumah sakit.

Al imaanu yaqid wa yanqush. Yaqidu bi ath tho’aah wa yanqush bil ma’siah. Iman itu naik dan turun. Naik karena ketaatan (pada Allah SWT) dan turun karena bermaksiat pada-Nya. Begitu definisi para ulama yang sering kita dengar. Kalimat ini memberikan rambu-rambu kepada kita semua untuk mengenali stamina prima iman kita.  Dengan kata lain, jika ingin membuat sehat iman dalam dada, maka taatlah pada-Nya. Jika sebaliknya, silakan bermaksiat.

Karenanya, Allah mengajarkan kepada kita untuk terus berusaha melatih dan menyehatkan iman hamba-Nya dengan ritual-ritual yang mendukung. Mari, kita sejenak merenungkan sekuensial syariat ta’abuddi yang Allah hadirkan.

Dalam sehari semalam, Allah berikan sarana kita untuk menjaga iman. Shalat fardlu. Lima kali. Tujuh belas rakaat. Sembilan kali syahadat. Terulang setiap kita shalat. Belum lagi tawaran Allah untuk mendapatkan kasih sayang-Nya. Dia hadirkan shalat yang berhukum sunnah untuk sekedar melampirkan hati kita pada-Nya. Seakan lewat shalat Allah ingin sampaikan bahwa Dia bisa didatangi kapanpun. Tidak ada jadwal feodalistik yang ditetapkan untuk menemui hamba-hamba-Nya yang lemah dan hampir selalu berkeluh kesah.

Kita tarik dalam satuan waktu yang lebih besar. Pekan. Kita semua (terutama kaum laki-laki) diwajibkan untuk hadir dalam ibadah shalat jumat. Wasiat dan nasihat untuk menguatkan dan memperkuat frekuensi keimanan hadir dari lisan mulia para khotib. Bahkan hal ini menjadi rukun sahnya terlaksana shalat jumat. Hal ini juga untuk menjaga keimanan kita agar tetap sesuai fitrahnya dalam menghamba.

Setiap bulan, Allah SWT, melalui sunnah rasul-Nya, menganjurkan kita semua untuk berpuasa pada tiga hari pertengahan bulan. Tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah. Atau yang sering kita sebut sebagai ayyamul bidh. Sampai pada frekuensi tahunan, Allah SWT mewajibkan kita untuk semakin intensif menyembah dan menuhankan-Nya lewat rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Puasa yang dijalankan sebulan penuh. Ibadah tambahan shalat malam yang kita kenal dengan sebutan tarawih, zakat fitrah yang digunakan untuk mensucikan jiwa, sampai anjuran untuk saling meminta maaf dan bersilaturahim kepada sesama.

Sebagai akhir ritual,  Allah SWT harapkan kita semua untuk singgah di rumah-Nya minimal sekali dalam seumur hidup pada awal bulan Dzulhijah. Ibadah yang kita sebut sebagai ibadah haji ini menjadi puncak pernyataan Allah SWT kepada kita bahwa Dialah yang berhak disembah oleh semua manusia yang ada di bumi. Bukan hanya di suatu area geografis kecil bernama negara atau bangsa. Maka bertemulah semua manusia dari setiap jengkal bumi ini. Menyambut seruan-Nya. Mengucap talbiyah, memanjatkan semua doa, menghaturkan semua kelemahan dan ketidakberdayaan.

Rangkaian ibadah seperti di atas, memberi kita suatu nilai yang harus kita jaga setelah keimanan bersemayam di dada. Karena sifat iman yang fluktuatif sangat rentan dengan erosi-erosi jiwa. Penjagaan-penjagaan ini di satu sisi benar-benar bermaksud agar iman tak pernah bergeser atau bahkan meninggalkan jiwa, namun di sisi yang lain berfungsi untuk meningkatkan kualitas pencapaian iman yang baik. Itulah taqwa. (AA)

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *