Home / Artikel Haji / Islami / Serial Indahnya Ibadah Haji 1: Pengertian Haji

Serial Indahnya Ibadah Haji 1: Pengertian Haji

perlengkapan haji membantu ibadah haji

Tidak terasa Musim haji semakin mendekat. Toko-toko yang menyediakan Perlengkapan Haji pun terlihat mulai meningkat ordernya. Baik perlengkapan haji, oleh-oleh haji hingga souvenir haji mulai banyak permintaan. Dari suara maupun pancaran sinar mata para calon jama’ah haji tergambar bahwa mereka seakan sudah tidak sabar menanti saat-saat menikmati indahnya Ibadah Haji.

Untuk semakin mewarnai suasana ini, GrosirPerlengkapanHaji.com berniat menampilkan artikel bersambung yakni tentang Serial Haji beserta pernak-pernik yang mengitarinya. Semoga posting ini bermanfaat bagi para calon jamaah haji dan juga kita semua, umat Islam yang rindu akan panggilanNya untuk menunaikan ibadah haji walau masih masuk daftar tunggu atau masih sekedar cita-cita . Selamat membaca.

: { إنَّ أوَّلَ بيتٍ وُضع للناسِ لَلَّذي ببكَّةَ مباركاً وهُدى للعالمين، فيه آياتٌ بيناتٌ مقامُ إبراهيمَ ومَن دخله كان آمناً، ولِلَّه على النَّاس حِجُّ البيتِ من استَطاعَ إليه سَبيلاً ومن كَفرَ فإنّ الله غَني عن العالَمين } [آل عمران: 97].

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imran: 97)

Ibadah Haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Untuk diketahui ibadah Haji, sebagaimana ibadah yang lain, memiliki kekhasan tersendiri, bahkan bila diamati kekhasan ibadah haji sangat mencolok dibanding yang lain. Jika ibadah lain ada yang merupakan ibadah badaniyah dan ada juga yang ibadah maliyah, haji adalah kombinasi dari keduanya. Artinya, haji membutuhkan amalan fisik dalam menjalankannya dan juga membutuhkan harta. Semakin jauh domisili seorang muslim dari Makkah, semakin besar pula harta yang dibutuhkannya untuk menunaikan haji.

هو قصد مكة، لان عبادة الطواف، والسعي والوقوف بعرفة، وسائر المناسك، استجابة لامر الله، وابتغاء مرضاته.
 (Fiqhus Sunnah, 1/625)   

Dalam Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq mendefinisikan haji sebagai ibadah untuk memenuhi perintah Allah dengan mengharap keridhaan-Nya dengan mengunjungi Makkah untuk mengerjakan ibadah thawaf, sa’i, wuquf di arafah, dan ibadah-ibadah lain.

Dalam Rukun Islam, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan suatu kewajiban agama. Dari hal tersebut tidak ada peluang untuk menyangkal hukum wajibnya Ibadah Haji ini.

Wallahu a’lam. Bersambung ke Perintah Haji

Sumber :
► Sayyid Sabiq : Fiqih Sunnah
► BersamaDakwah.com
► Dakwatuna.com

Kata populer:

  • ibadah haji
  • labbaik allahumma labbaik
  • tas untuk souvenir haji

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *