Home / Artikel Haji / Islami / Jalan menuju Ka’bah (2)

Jalan menuju Ka’bah (2)

GrosirPerlengkapanHaji.com Pada artikel banyak jalan menuju ka’bah (1) sebelumnya telah diulas tips pertama yakni menyadari bahwa ibadah haji adalah kewajiban yang harus kita penuhi. Selanjutnya kita simak tips berikutnya

 

menggali menghayati niat haji dan umroh
[google.pic]

2. Berusaha menggali dan menghayati keutamaan berhaji dan berumroh

  • Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ini dan dia tidak berbuat rafats dan tidak berlaku fasik dan dia akan kembali seperti di hari ia dilahirkan ibunya – dalam keadaan – bersih dari dosa (Riwayat Muttafaq alaih)
  • Suatu ketika rasulullah ditanya oleh sahabatnya, “Ya Rasulullah, mana diantara amal yang banyak itu yang lebih utama?” Rasulullah menjawab, “Iman kepada Allah Rasul-Nya “. Kemudian ditanya lagi, “Apa lagi ya Rasulullah?” dijawab lagi, “Berjihad dijalan Allah.” kemudian ditanya lagi, “Apalagi ya Rasulullah?” dan beliau menjawab, “Haji yang mabrur” (Riwayat Bukhari)
  • Sesungguhnya haji itu menghancurkan (dosa-dosa) yang lalu. (Riwayat Muslim)
  • Ikutilah antara haji dan umroh, sesungguhnya keduanya itu meniadakan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menghancurkan karat-karat besi (Riwayat Ahmad dan Ash-habus Sunan)
  • Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terdapat tempat-tempat istimewa dimana doa sangat mustajab (dijawab oleh Allah SWT). di tempat-tempat itulah Allah SWT Menjanjikan ampunan dan pahala yang luar biasa, serta rahmat dan ridha-Nya. Adakah yang lebih berharga di dunia ini selain ketika kita bisa berkesempatan mendapatkan ridha dan ampunan Allah SWT ditempat yang sudah dijanjikan?

3. Tancapkan niat yang sungguh-sungguh bahwa, “Saya harus dan pasti bisa berhaji”

Niat pada hakikatnya adalah sesuatu yang diputuskan oleh otak, kemudian mendorong seseorang untuk berusaha keras mencapai dan menuju kepadanya.

Jadi sesuatu bisa disebut niat bila ia bisa mempengaruhi bahkan mengobsesi kita untuk berusaha mewujudkannya.

Dengan kata lain, sesuatu itu memberikan energi jiwa yang bisa mendorong diri untuk menempuh berbagai cara dalam rangka mewujudkannya.

Dari definisi itu, coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah betul kita sudah berniat untuk berhaji? Jangan-jangan kita belum betul-betul memiliki niat tersebut. Kita selalu bersikap apriori. Belum apa-apa sudah merasa tidak mampu.

Mumpung kita masih hidup, niatkanlah sesuatu untuk pergi haji. Kalaupun kita masti dan belum kesampaian berhaji, insyaAllah, paling tidak kita telah tercatat sebagai hambaNya yang sudah melangkah untuk berhaji.

Bersambung ke tips keempat : Wujudkan niat secara nyata

Oleh: Ustadz Sholeh Hasyim/ Majalah Suara Hidayatullah Edisi 08| XXI | 122007

Kata populer:

  • haji

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *