Home / Artikel Haji / Islami / Keutamaan Orang Berakhlak

Keutamaan Orang Berakhlak

Inilah kiranya yang akan kita bicarakan bersama. Meski jarak berada di tengah-tengah kita. Meski waktu mungkin tak sama. Juga meski kondisi hati anda tidak bisa kami ketahui. Tentang sebuah kata. Yang terucap mudah. Dengan keringanan. Namun, ternyata, banyak kesalahpahaman dan kekurangtepatan yang terjadi untuk mendekati pengertian kata ini.

akhlak

Akhlak. Sering kali kita maknai sebagai tata krama dan sopan santun. Atau cara berkata dan bertegur sapa. Kemudian dengan mudahnya kita menilai seseorang berakhlak baik hanya dari itu. Sekali lagi, hanya dari caranya berkata-kata, caranya memberi salam, caranya bertegur sapa, dan cara-cara lain untuk berinteraksi.

Benar. Atau lebih tepatnya tidak terlalu salah jika pemahaman kita menyatakan bahwa akhlak merupakan bagian dari cara kita berinteraksi. Namun, jika hanya itu yang menjadi kosakata ide di dalam ruang pikir kita, sepertinya hal ini menjadi kurang tepat.

Saudaraku, kami teringat dengan beberapa hadits yang menjelaskan inti dari penjelasan akhlak ini. Simaklah kalimat Rasul kita seperti berikut ini:

“Inginkah kalian kuberitahu siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk terdekat denganku di majelis di hari kiamat kelak?” Rasulullah SAW kemudian mengulangi pertanyaan itu. Pada perulangan yang ketiga, para sahabat seperti terhenyak dan berkata, “Ya, kami ingin mengetahuinya ya Rasulullah!” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW menyatakan bahwa begitu besar keutamaan bagi orang-orang yang berakhlak. Sampai-sampai golongan orang yang baik akhlaknya bersimpuh dekat dengan beliau pada hari akhir. Sekaligus mendapat keutamaan berupa cinta yang tulus disampaikan oleh baginda Rasul. Namun, penjelasan tentang akhlak, sesungguhnya merupakan misi utama beliau untuk membuat setiap manusia (khususnya muslim) memiliki keutamaan yang mempesona.

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Malik)

Sehingga, setiap ibadah dan satuan-satuan ajaran dalam agama ini sesungguhnya hanya akan berguna untuk mengantarkan setiap penganutnya kepada perilaku manusia secara utuh. Tidak hanya ketika saat berbicara atau bertegur sapa. Tapi secara total dan utuh. Bukan berakhlak di sebuah sudut dan saling berlawanan di sudut yang lain.

Saudaraku, dalam pengertian yang lain, akhlak merupakan sebuah indikator tentang kualitas keimanan seorang muslim. Sehingga seperti apa yang disampaikan salah seorang pemikir Islam, M. Anis Mattta, dalam sebuah bukunya yang berjudul “Membentuk Karakter Cara Islam”, bahwa iman tidak akan dianggap sempurna sebelum ia mendorong setiap pemilik iman untuk cenderung aktif dalam kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Keadaan yang dimaksud dengan aktif, tentu saja mengarah kepada seluruh aspek kehidupan yang melingkupi setiap orang yang berakhlak.

Oleh karena itu, tegaslah sudah bahwa sesungguhnya akhlak merupakan karakter yang bersifat menyeluruh. Terjadi dan mampu diterjemahkan dalam setiap aktivitas kehidupan. Bukan diletakkan secara parsial atau sebagian. Sehingga semakin lama, makna hakikinya semakin kabur dan pergi entah kemana. Semoga kita mampu menjadikan akhlak sebagai target terakhir dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Teriring doa, mendapatkan cinta Baginda Rasul yang mulia dan mampu menatap wajahnya di hari kiamat kelak. Wallahua’lam. (AA)

Kata populer:

  • keutamaan akhlak

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *