Home / Artikel Haji / Islami / Memuliakan orang tua

Memuliakan orang tua

Jika belum tentu di antara kita berperan sebagai orang tua, maka sudah pasti setiap dari kita memiliki peran sebagai seorang anak. Terlepas siapapun dan bagaimanapun orang tua kita. Apakah mereka orang yang taat kepada Allah atau tidak. Dan juga apakah mereka masih utuh dalam rumah tangga bersama kita atau sudah terlepas. Serta masih adakah mereka di sekitar kita atau bahkan sudah mendahului kita menemui Allah azza wajalla.

memuliakan orang tua

Demikian ketetapan dari Allah SWT di dalam pengaturan kehidupan kita di bumi-Nya. Bahwa pasti ada perantara yang menjadi “tempat” kita hadir di dunia; orang tua. Merekalah yang dengan segala caranya – baik benar ataupun tidak dari banyak sudut pandang, membuat kita dipercaya oleh Allah SWT untuk hadir di alam nyata. Setelah proses pengambilan sumpah sakral yang sering kali kita lupakan saat berada di dalam perut ibu.

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”” (QS. Al A’raaf ayat 172)

Namun, hadirnya kita di bumi ini, bukan tanpa maksud. Melainkan karena sebuah kepercayaan dan optimisme ilahiah. Bahwa kitalah (manusia) satu-satunya makhluk yang dipercaya oleh Allah SWT untuk menjadi perpanjangan tangannya. Menjadi wakil Dzat Yang Maha Menguasai.

“ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (QS. Al Baqarah ayat 30)

Bahkan manusia telah diberikan amanah yang luar biasa di dalam proses teknis pengelolaan bumi beserta seluruh isi yang telah diciptakan Allah SWT.

“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Huud ayat 61)

Begitu hebat tugas, peran, dan tanggung jawab yang Allah SWT percayakan kepada kita. Karenanya, tentu kita layak membuat diri kita beraktivitas serta beribadah kepada Allah dengan kepercayaan diri. Bukan kesombongan yang menghinakan. Atau kerendahdirian yang membunuh, meski perlahan-lahan.

Namun, kehebatan kita, tentu tak bisa hadir begitu saja. Perantara informasi, pendidikan, dan pengalaman tentu juga berperan membuat kita semua sehebat ini. Kesemuanya berkumpul pada sebuah peran orang tua. Ini tidak hanya hubungan kekeluargaan. Namun juga pada fungsi, peran, dan tanggung jawab sebagai orang tua.

Merekalah penghubung kita dengan Allah SWT. Dengan segala jerih payahnya. Keterbatasannya. Serta ketidakberdayaannya, justru menorehkan kebaikan yang tidak sedikit. Apalagi terhadap kita, anak-anaknya. Maka pantaslah jika Islam begitu memuliakan orang tua. Mulai dari sikap fisik hingga yang beraroma rohani, kemuliaan mereka begitu Allah perhatikan. Sampai-sampai pada ucapan yang biasa kita gunakan kepada mereka, sengaja Allah SWT aturkan sedemikian rupa.

“dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Israa ayat 23)

Maka, melalui tulisan sederhana ini, ijinkan kami menyampaikan maksud untuk memuliakan kedua orang tua kami. Serta mengajak semua pembaca yang budiman untuk terus memuliakan para orang tua kita. Baik yang sudah tiada, apalagi yang masih hidup bersama kita. Marilah kita menjaganya, memperhatikannya, menyayanginya dengan sebaik mungkin. Meski kita juga percaya, semua jasanya tidak akan pernah mampu kita ganti dan balas. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kehormatan dan kemuliaan orang tua kita. Baik di dunia, maupun di akhirat. Insya Allah. (AA)

Kata populer:

  • foto orang tua dan anak islam
  • memuliakan ibu

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *