Home / Artikel Haji / Islami / Menghitung Investasi Akhirat

Menghitung Investasi Akhirat

Tentu menarik. Jika mengembangkan bisnis yang sangat menggiurkan. Sangat menjanjikan. Keuntungan demi keuntungan akan selalu hadir dan berdesakan, berebut untuk masuk ke kantung kas finansial kita. Tentu tak akan seorang pun yang menolak keberlimpahan harta di dunia ini. Apalagi jika cara mendapatkannya dengan cara yang bersih, halal, lagi berkah.

dunia-akhirat

Karenanya, banyak pribadi maupun perusahaan berani menjadi investor atas sesuatu yang diprediksinya mampu berkembang dengan baik. Bahkan, tak sedikit pula investor yang melibatkan negara di dalam praktik pekerjaannya. Sekali lagi, karena investasi hari ini menjadi trend pengembangan pundi-pundi harta yang efektif sekaligus efisien. Cukup menanam modal, memantau, dan menghitung keuntungan di akhirnya. Namun, jika tak cermat menganalisis, kerugian besar sudah menanti di ujung jalan hidup kita.

Begitulah kurang dan lebihnya sikap kita terhadap harta. Hitung menghitungnya dengan cermat agar terus bertambah. Berusaha untuk memperkaya diri, tentu sah-sah saja. Sekali lagi, asal tidak menentang apa yang menjadi aturan inti norma agama dan norma sosial. Hanya saja, jika boleh kita bertanya pada diri sendiri, kita begitu hebat dan giat dalam mencari harta dunia. Maka, apa yang sudah kita persiapkan untuk dunia masa depan. Semesta yang hanya berukuran 2×1 meter. Yang tak pernah ada kemewahan di dalamnya. Bahkan lampu pijar merk apapun tak mampu menerangi kegelapan semesta itu.

Ya. Itulah kehidupan setelah kehidupan. Yang begitu layak untuk kita lebih persiapkan. Seperti apa yang sudah Allah SWT peringatkan kepada kita semua.

“dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi “ (QS. Al Qashash ayat 77)

Pembaca yang budiman, simaklah perlahan firman di atas. berhentilah sejenak untuk membacanya lagi. Silakan, baca lagi. Pertimbangkan tiap kata yang Allah berikan kepada kita. Allah SWT menggunakan kata ‘carilah’ kepada objek kalimat yang berorientasi kepada kehidupan akhirat. Kehidupan yang dijanjikan-Nya kekal. Tanpa akhir. Tak pernah selesai. Beruntunglah orang-orang yang mendapat syurga-Nya. Dan dapat dipastikan betapa menyesalnya manusia-manusia yang menghabiskan masa kekal di jahannam.

Seakan, secara kontekstual, Allah SWT menginginkan kita untuk sangat serius mempersiapkan apa yang akan kita tuai di akhirat nanti. Tapi, berbeda dengan apa yang Allah rambu-rambukan kepada kita dalam konteks duniawi. Allah memakai kata ‘janganlah kamu melupakan’. Secara gramatikal, tingkat urgensi atau kepentingan dalam kalimat ini jelas berbeda. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, Allah ingin sampaikan kepada kita semua untuk mempersiapkan akhirat dengan sangat baik, giat, cermat, dan kerja keras. Tapi untuk dunia, bukannya tidak, namun sekedarnya saja.

Karenanya, sekarang marilah menghitung dengan cermat apa yang sudah kita investasikan. Untuk pengembangan kehidupan yang baik di akhirat. Jikalau merasa belum, mari bersama untuk mempersiapkannya. Dan jika sudah, apa salahnya terus menjadi investor yang baik demi ‘kebebasan finansial’ akhirat nanti.

Bersyukurlah kita, keterangan dari Rasulullah SAW menjadi pegangan yang terang. Sangat jelas. Meski sederhana. Investasi paling subur dan menjanjikan untuk kehidupan akhirat kita, ada pada tiga sektor yang berada di sekitar kita. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya.”

Ladang investasi itu masih terhampar luas. Menunggu dengan setia, agar setiap dari kita menjadi investor setianya. Maka marilah, memulai bisnis yang pasti menguntungkan ini. Demi keselamatan dan kebahagiaan kita, di semesta yang tak akan hancur nantinya. Wallahua’lam. (AA)

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *