Home / Artikel Haji / Islami / Niat, kemauan dan azam segera bisa Haji

Niat, kemauan dan azam segera bisa Haji

Grosir Perlengkapan Haji [dot] com sedari awal sudah berniat, berkemauan yang kuat, dan berazam yang bulat menjadi bagian mempermudah para ja’maah haji dalam memenuhi segala perlengkapan haji pria | perlengkapan haji wanita | oleh-oleh haji | souvenir haji. CS: 081 2599 0624 | 085 708 234 824 | PinBB: 2966 4e0b

perlengkapan haji

Bagi kita, secara normatif perintah menjalankan ibadah haji itu sudah sangat jelas, seterang matahari di siang hari. Ayatnya ada dan tak perlu dita’wil lagi. Demikian juga haditsnya, terdapat banyak sabda beliau yang memerintahkan hal ini. Diantaranya:
Rasulullah berkhutbah kepada kami, ” Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kamu untuk berhaji, maka laksanakanlah.” (Riwayat Ahmad)

Khutbah Rasulullah SAW ini tidak hanya ditujukan kepada sekelompok orang kaya saja, tapi ditujukan kepada semua manusia. Artinya, dimata Rasulullah SAW, semua manusia pada dasarnya diberi potensi dan kesempatan yang sama untuk melaksanakan ibadah haji.

Bukankah saat dikumandangkan seruan haji oleh Nabi Ibrahim AS, Allah SWT telah meneruskannya hingga semua telinga “calon-calon manusia” yang saat itu masih berupa “ruh”. Calon-calon manusia itu telah mendengar dan menjawabnya dengan talbiyah, labbaikallahumma labbaik…?

Allah SWT juga memberi kemudahan kepada semua manusia untuk melaksanakan perintah tersebut dengan memberinya seperangkat alat dalam tubuh kita berupa panca indra, lalu disempurnakan dengan akal dan hati. Lalu Allah SWT menundukkan langit dan bumi serta segala yang berada diantaranya untuk melayani semua kebutuhan manusia.

Kepada orang-orang yang mampu mengoptimalkan potensinya, Allah SWT memberi hadiah berupa rejeki, yang dengan rizki tersebut , mereka menjadi istitha’ah (berkemampuan). Istitha’ah bukan sesuatu yang ada begitu saja (given), tapi merupakan sebuah proses menjadi (being) yang mengikuti hukum Allah SWT didalam dimensi ruang dan waktu, salah satunya hukum kerja keras.

Tidak ada bayi yang terlahir menjadi miskin, sebaliknya juga tidak ada bayi yang terlahir menjadi kaya. Yang ada hanya bayinya orang miskin dan bayinya orang kaya. Kelak dalam proses selanjutnya ada bayi orang miskin yang kemudian kaya, demikian juga sebaliknya.

Dengan demikian, ayat 27 surat Al-Hajj diatas menjadi penyemangat bahwa kita berpotensi dan memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji. Allah Maha Adil, mustahil bila Dia berbuat diskriminatif terhadap hamba-Nya dalam menggapai banyak jalan menuju ka’bah.

Coba perhatikan, betapa banyaknya orang-orang yang dalam pandangan kita sehari-harinya kurang mampu ternyata bisa pergi menunaikan haji. Sebaliknya kita menyaksikan betapa banyaknya orang yang dalam kesehariannya tampak berkecukupan tapi hingga bertahun-tahun belum juga berangkat haji.

Disini, yang terpenting dan menjadi urusan yang paling utama adalah niat, kemauan dan azam yang bulat. Adakah dalam hati kita kerinduan menziarahi Baitullah (rumah Allah SWT) Ka’kbah?

Adakah keinginan kita untuk bersimpuh di Masjidil Haram yang nilainya seratus ribu kali dibanding masjid yang lain?

Jika sudah kuat azam kita untuk berhaji, bersungguh-sungguhlah mempersiapkan semua bekalnya, maka jangan lupa untuk senantiasa menyelipkan diantara do’a-do’a kita. Jika dua usaha itu telah kita lakukan, pasrahkan semua ketentuannya pada Allah SWT: Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah.
Wallahu a’lam bish shawab

Sumber: Ust. Hamim Tohari ; Suara Hidayatullah 122007

Artikel terkait yang lain :
► Bapak Ibadah Haji
► Panggilan Untuk Semua

Kata populer:

  • grosir oleh2 haji
  • Kado buat orang mau umrah
  • kado untuk calon haji wanita

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *