Home / Artikel Haji / Islami / Panggilan Haji

Panggilan Haji

Membeli perlengkapan haji di grosir perlengkapan haji semoga adalah upaya kita untuk memenuhi panggilan haji dan menjadikan ibadah haji kita saat di tanah suci lebih tertata mudah dalam penggunaannya sehingga kita lebih khusuk dan fokus terhadap pelaksanaan panggilan ibadah haji disana.

perlengkapan haji panggilan haji

Ketika kita dikantor atau tempat kerja ada panggilan oleh atasan atau orang yang kita segani, maka secara reflek kita bergegas akan segera meresponnya memenuhi panggilan tersebut, tak peduli seberapapun sulitnya kondisi kita saat itu.

Pernahkah anda tiba-tiba dipanggil oleh presiden untuk datang ke istana negara? Pastilah anda akan berupaya untuk memenuhi panggilan itu. Jika anda tidak punya uang untuk membeli pakaian yang layak, mungkin saja anda akan meminjamnya ke tetangga. Jika anda biasanya naik bis kota , mungkin saja pada hari itu anda memaksakan untuk naik taksi.

Mengapa anda melakukan itu semua? Jawabannya karena anda merasa terhormat dipanggil oleh orang yang terhormat pula.

Haji adalah panggilan dari “Yang Maha terhormat”,  Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada yang lebih terhormat, kecuali Dia yang memanggil kita.

Kita dipanggil untuk menyampaikan permintaan, bukan memberikan laporan sebagaimana bawahan ketika dipanggil atasan. Kita dipanggil untuk mendapatkan “upah” pahala, rahmat, dan ampunan, bukan “setoran”sebagaimana seseorang anak buah jika di panggil bosnya.

Jadi, tak ada alasan buat kita untuk tidak bergegas menjawab panggilan tersebut dan memenuhinya. “Labbaikallahumma labbaik”

Sayangnya, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Si miskin enggan, menjawab panggilan tersebut dengan dalih tak punya harta. Si kaya tak segera merespon panggilan tersebut dengan dalih waktunya belum tepat.

Yang muda masih mengulur-ulur waktu untuk memnuhi panggilan itu dengan dalih masih ada hari esok. Yang tua merasa malas karena sayang dengan harta yang sudah terlanjur ditumpuk.

Padahal, panggilan haji bukan cuma milik si kaya, si miskin, yang muda atau yang tua. Banyak diantara kita yang mengaku “belum mampu” namun bisa menabung untuk memiliki rumah, kendaraan, handphone, smartphone, atau aksesoris dunia lainnya.

Memang, mampu menjadi salah satu syarat pergi haji. Namun, mampu tidak sama dengan menyerah. Mampu harus dibarengi dengan upaya sungguh-sungguh, sementara menyerah jelas tanpa upaya.

Jangan-jangan kita bukan tergolong orang tak mampu berhaji, namun orang yang menyerah untuk bisa berhaji.

Na’udzubillah mindzalik….!!!

Sumber: Majalah Suara Hidayatullah Desember 2007

Kata populer:

  • NAIK HAJI
  • pergi haji

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *