Home / Artikel Haji / Islami / Perhatikan Lisanmu

Perhatikan Lisanmu

Maha Suci Allah atas segala ciptaan-Nya yang sempurna. Jauh dari cacat. Jauh dari cela. Jauh dari hina. Apapun itu. Termasuk apa yang Allah SWT ciptakan untuk kita. Baik langsung ataupun tidak. Bisa yang jauh untuk kita amati ataupun yang sangat dekat untuk kita cermati.

Lisan

Hanya saja, jika boleh menyentil keadaan diri sendiri, sering kali kita mengabaikannya. Bahkan cenderung mengkufuri kesempurnaan dan kenikmatan yang Allah SWT berikan. Segala kesempurnaan yang dititipkan pada diri, tak jarang menjadi alat efektif untuk jatuh pada lubang-lubang kehinaan yang siap menjerumuskan pada kerendahan dan kehinaan. Sehingga, derajat seorang khalifah dan ciptaan terbaik Allah SWT bisa berubah dalam sekejap menjadi lebih menjijikkan daripada kotoran yang dikeluarkan setiap harinya.

Termasuk indera yang melekat pada badan dan sering kita gunakan. Dari ujung ubun-ubun sampai telapak kaki yang selalu berguna untuk memindahkan diri. Kita sering menggunakannya dengan selera syahwat yang menabrak kepentingan pihak kanan dan kiri. Termasuk mengabaikan hak Allah SWT sebagai satu-satunya Ilah (sesembahan). Kita hanya tahu, gunakan, dan gunakan saja terus semua indera yang dititipkan. Tanpa sering memikirkan apakah sudah benar dalam topik penggunaannya.

Harusnya, semua yang ada di dunia ini, termasuk badan kita menjadi ayat-ayat Allah SWT yang terus menerus mendesak diri untuk senantiasa dekat kepada-Nya. Sehingga, rasa pengawasan Allah SWT terhadap kita benar-benar menjadi kesadaran yang terbangun dengan baik. Dari kesadaran ini lahirlah sikap untuk berhati-hati dalam hal apapun. Termasuk berbicara.

Tak bisa dipungkiri, bahwa bicara adalah kebutuhan setiap manusia. Apalagi dalam kodratnya sebagai makhluk sosial. Yang selalu berkelompok, berpendapat, berpikir, sekaligus mengeluarkan ide dan pikirannya. Namunn, sering kali bicara merupakan alat yang efektif untuk menebar keburukan. Tidak hanya dalam skala pribadi, namun juga pada entitas sosial yang lebih besar. Misalnya, fitnah di dalam masyarakat. Tentu tidak akan bisa merebak dengan cepat jika tidak ada peran lisan dalam penyebarannya.

Islam, dengan segala pemahaman kita, mengatur dan menjaga bahaya lisan kita. Agar setiap kata yang keluar dari lidah hanyalah mutiara. Yang mengantarkan setiap kata kepada daun telinga yang mendengarnya. Dan memaksa telinga untuk mengantarkan suara dan isi kata ke dalam lubuk hati si pendengar. Itulah penjelasan mengapa setiap kalimat yang keluar dari baginda Rasul SAW begitu inspiratif dan mempesona. Ya, karena setiap kata yang keluar dari lisannya tak ubahnya ibarat mutiara cantik yang menerangi hati setiap pendengarnya.

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al Israa ayat 53)

Karenanya, beliau SAW menitipkan pesan kepada kita semua untuk benar-benar memperhatikan apa yang kita keluarkan dari lidah. Seperti sebuah hadits di bawah ini

“Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis dan jenggot), dan antara dua pahanya (kemaluannya), saya jamin dia masuk surga” (HR. Al Bukhari)

Saudaraku, cukuplah hadits di atas menjadi pengingat dan motivasi kita dalam menjalani kehidupan. Agar kita senantiasa berhati-hati dalam bertindak. Khususnya dalam berkata-kata. Agar tak ada yang tersakiti. Tak ada yang menuntut kita di pengadilan Allah SWT. Juga tak ada yang menjadi penghalang kita untuk segera bergabung dengan Rasul SAW dan shahabat-shahabatnya yang mulia, di syurga yang begitu banyak kenikmatan di dalamnya. Wallahua’lam. (AA)

Kata populer:

  • jaga lisanmu
  • hadits tentang jagalah lisanmu
  • jaga ucapan dan sikap
  • kata bijak jagalah lisanmu
  • kata kata jagalah lisanmu

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *