Home / Artikel Haji / Islami / Serial indahnya Ibadah Haji 2 : Perintah Haji

Serial indahnya Ibadah Haji 2 : Perintah Haji

Foto Mekkah tahun 1371 H

GrosirPerlengkapanHaji.com selain menyediakan perlengkapan haji, juga menyediakan oleh – oleh haji serta souvenir haji dengan kualitas impor maupun ekspor. Hubungi CS: 081 2599 0624 BB: 2966 4e0b | 0819 3042 081

Artikel serial indahnya Ibadah Haji 2 : perintah haji ini merupakan kelanjutan artikel haji Grosir Perlengkapan Haji yang sebelumnya yakni serial indahnya Ibadah Haji 1 : pengertian haji. Dimana artikel pertama tersebut lebih menjelaskan arti dari ibadah haji tersebut.

Sebagian besar para ulama lebih menyandarkan bahwa maksud diwajibkannya ibadah haji adalah jatuh pada tahun ke-6 Hijriah. Hal tersebut lebih didasarkan  karena pada tahun tersebutlah Nabi Muhammad SAW mendapat  wahyu dari Allah SWT pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 196

أَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ [البقرة/196] Hendaklah kamu sempurnakan haji dan umroh karena Allah (QS. Al-Baqarah : 196)

dari kalimat sempurnakan yang dimaksud berarti mulai diwajibkan ibadah haji tersebut. Pendapat ini dikuatkan Ibrahim Nakha’i, Qiraat Alqamah dan Masruq, yang membaca “Hendaklah kamu tegakkan.” (HR. Imam Thabrani dengan sanad shahih)

Adapun pendapat Imam Ibnul Qayyim menguatkan bahwa ibadah haji mulai diwajibkan tahun ke sembilan dan atau kesepuluh Hijriah.

QS. Ali Imran ayat 97 dan QS. Al-Hajj ayat 27. adalah dalil Al-Qur’an yang juga menunjukkan wajibnya ibadah haji:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا [آل عمران/97] Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran : 97)

Sementara meskipun Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga mencantumkan pendapat kedua yang mengatakan bahwa dalil wajibnya haji adalah QS. Al-Baqarah : 196 di atas, beliau juga menguatkan ayat (QS. Ali Imran : 97) sebagai dalil wajibnya haji juga.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ [الحج/27] Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27)

Dari QS. Al-Hajj : 27 tersebut Ibrahim semula ragu, apakah bisa aku memanggil manusia? Namun Allah-lah yang menjadikan suaranya tidak dibatasi oleh kegaduhan atau penghalang yang lain, sehingga sampailah suara itu ke berbagai penjuru.

Diantara hadits Nabi adalah :

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان
Islam dibangun di atas lima perkara : bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan (HR.BukhariMuslim)

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثاً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ ». ثُمَّ قَالَ « ذَرُونِى مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَىْءٍ فَدَعُوهُ »
“Hai manusia, telah difardukan atas kalian melakukan ibadah haji. Karena itu, berhajilah kalian.” Ketika ada seorang laki-laki bertanya, “Apakah untuk setiap tahun, wahai Rasulullah?” Nabi SAW diam hingga laki-laki itu mengulangi pertanyaannya tiga kali. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku katakan ‘Ya’ niscaya akan diwajibkan (setiap tahunnya), tetapi niscaya kalian tidak akan mampu.” Kemudian Nabi SAW bersabda, “Terimalah dariku apa yang aku tinggalkan buat kalian, krb sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian karena mereka banyak bertanya dan menentang nabi-nabi mereka. Apabila aku perintahkan kepada kalian sesuatu hal, maka kerjakanlah sebagian darinya semampu kalian; dan apabila aku larang kalian terhadap sesuatu, maka tinggalkanlah oleh kalian.” (HR. Ahmad&Muslim)

Wallahu a’lam. Bersambung ke Serial indahnya Ibadah Haji 3

Sumber : Muchlisin www.bersamadakwah.com

Comments

comments

Check Also

Setiap Anak Dilahirkan dalam kondisi Fitrah Suci

Ada keprihatinan yang sangat mendalam di hati kami. Begitupun dengan yakin kami sampaikan keprihatinan itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *